Percayakan kebutuhan acara Anda pada kami! Dengan pengalaman dan kreativitas, kami siap menjadikan setiap detail acara Anda sempurna. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut

Gallery

Contacts

Surabaya Indonesia

official@satupintuindonesia.com

082 333 55 9991

knowledge




Perbedaan Rigging System dan Ring Lock System dalam Dunia Event


Perbedaan Rigging System dan Ring Lock System dalam Dunia Event

Dalam dunia event, setiap konstruksi membutuhkan sistem yang aman, kuat, dan efisien.
Oleh karena itu, pemahaman mengenai Rigging System dan Ring Lock System menjadi hal yang sangat penting.
Meskipun kedua sistem ini sama-sama digunakan dalam instalasi panggung,
keduanya memiliki fungsi yang sangat berbeda.
Selain itu, masing-masing sistem juga memiliki karakteristik yang memengaruhi cara penggunaannya di lapangan.

Pengertian Rigging System

Rigging System merupakan teknik penggantungan yang tim produksi gunakan untuk mengangkat dan menahan equipment di area atas.
Pada praktiknya, sistem ini menjadi fondasi utama dalam pemasangan LED screen, lighting,
dekorasi gantung, dan berbagai instalasi overhead lainnya.
Selain itu, rigging memanfaatkan komponen seperti truss, chain hoist, wire rope, sling,
dan shackle yang saling bekerja sama membentuk sistem yang aman.

Selanjutnya, rigging menawarkan fleksibilitas tinggi karena tim dapat menyesuaikan bentuknya dengan desain panggung.
Oleh karena itu, event organizer sering menggunakan sistem ini pada konser, festival,
dan event berskala besar yang membutuhkan struktur gantung kompleks.

Kelebihan Rigging System

  • Memberikan fleksibilitas tinggi untuk berbagai layout panggung.
  • Mampu menopang equipment berat secara stabil.
  • Mempercepat proses setup dan penyesuaian desain.
  • Sangat ideal untuk struktur overhead yang kompleks.

Pengertian Ring Lock System

Di sisi lain, Ring Lock System merupakan sistem perancah modular yang berfungsi sebagai konstruksi berdiri.
Tim produksi biasanya menggunakan sistem ini untuk menopang panggung besar, membangun tribun penonton,
atau mendirikan menara kamera.
Selain itu, ring lock memanfaatkan kombinasi tiang vertikal, palang horizontal,
dan ring pengunci yang menjaga seluruh struktur tetap stabil.

Selanjutnya, proses instalasi ring lock tergolong cepat karena setiap komponen langsung terkunci
tanpa memerlukan banyak alat tambahan.
Dengan demikian, sistem ini menjadi pilihan utama ketika event membutuhkan penopang panggung
yang kokoh, presisi, dan aman.

Kelebihan Ring Lock System

  • Menopang beban besar dari bawah dengan sangat kuat.
  • Tetap stabil untuk penggunaan indoor maupun outdoor.
  • Efisien untuk panggung bertingkat atau multi-level.
  • Bersifat modular sehingga mudah dirakit dan dibongkar.

Perbedaan Utama Rigging System dan Ring Lock System

Perbedaan antara kedua sistem ini cukup signifikan.
Oleh karena itu, berikut penjelasan yang lebih terstruktur agar mudah dipahami:

1. Fungsi

  • Rigging System: Menggantung equipment di udara.
  • Ring Lock System: Menopang beban dari permukaan tanah.

2. Area Instalasi

  • Rigging: Area overhead atau bagian atas panggung.
  • Ring Lock: Struktur berdiri di area lantai.

3. Komponen Utama

  • Rigging: Truss, wire rope, shackle, chain hoist, sling.
  • Ring Lock: Standard, ledger, ring lock, baseplate.

4. Penggunaan

  • Rigging: LED screen, lighting, sound system, dekorasi gantung.
  • Ring Lock: Panggung besar, tribun, FOH tower, platform kamera.

5. Karakteristik

  • Rigging: Fleksibel dan mudah menyesuaikan desain.
  • Ring Lock: Stabil, kuat, dan modular.

Kesimpulan

Rigging System dan Ring Lock System memiliki fungsi yang berbeda, meskipun keduanya sama-sama berperan penting
dalam konstruksi event.
Rigging bekerja di area atas untuk menggantung equipment,
sementara itu ring lock berdiri sebagai penopang utama dari bawah.
Selain itu, masing-masing sistem menawarkan keunggulan yang berkontribusi besar
terhadap keamanan dan kelancaran instalasi.

Pada akhirnya, pemilihan sistem yang tepat akan membantu event berjalan lebih efisien,
aman, dan sesuai standar profesional.
Oleh karena itu, setiap event organizer perlu memahami perbedaan kedua sistem ini
sebelum menentukan metode konstruksi yang digunakan.


Author

adminsatupintu

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *